Insiden ini terjadi di tengah situasi sensitif di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi pengiriman minyak dunia. Penutupan atau pembukaan selat ini bisa berdampak besar pada harga energi global.
Postingan Kedutaan Iran di Afrika Selatan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen yang melihatnya sebagai bentuk perang narasi atau “trolling diplomasi” di tengah ketegangan geopolitik.
Sementara itu, pihak AS belum memberikan tanggapan resmi atas ejekan langsung dari misi diplomatik Iran tersebut.
Kejadian ini menambah daftar panjang saling sindir antara kedua negara di ruang publik. Baik Iran maupun AS tampaknya semakin aktif menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan politik mereka.***



