KITAINDONESIASATU.COM – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali mengeluarkan peringatan keras.
Jika “garis merah” Teheran dilanggar, respons balasan mereka berpotensi melumpuhkan pasokan minyak dan gas Amerika Serikat serta sekutunya di kawasan untuk waktu yang lama.
Pernyataan resmi Departemen Hubungan Masyarakat IRGC, Selasa, menyebut pasukan Laut dan Dirgantara mereka baru saja melancarkan operasi gabungan pada fajar hari ini.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang ke-99 Operasi True Promise 4.
Targetnya? Pangkalan dan kepentingan AS di Teluk Persia, Selat Hormuz, serta pusat komando militer di wilayah Palestina yang diduduki. Serangan dilakukan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone serbu.
Pada tahap awal, kompleks petrokimia raksasa milik Sadara, ExxonMobil, dan Dow Chemical di Al Jubail, Arab Saudi, dilaporkan menjadi sasaran.
Tak ketinggalan, fasilitas Chevron Phillips di Al Juaima’h juga terkena dampak rudal jarak menengah dan drone bunuh diri Iran.
