IRGC juga mengklaim berhasil melumpuhkan sebuah kapal kontainer berbendera Israel.
Kapal tersebut disebut-sebut mengangkut peralatan militer ke rezim Zionis via Pelabuhan Khorfakkan, UEA, dengan rute menghindari Selat Hormuz.
“Penghancuran kapal ini adalah peringatan tegas bagi semua pihak yang masih berniat bekerja sama dengan Israel dan AS,” tegas pernyataan IRGC.
Tak berhenti di situ, posisi grup kapal induk AS CVN-72 di Samudra Hindia juga disebut-sebut menjadi sasaran rudal jelajah jarak jauh angkatan laut Iran. IRGC menilai, para pemimpin AS yang dinilai “sembrono” telah mengorbankan kepentingan strategis mereka demi kepentingan Zionis.
“AS tidak memiliki kemampuan menghitung aset vital mereka yang kini berada dalam jangkauan pejuang Iran,” tambah IRGC.
Pernyataan itu juga menegaskan, jika militer AS kembali melewati batas, respons Iran akan meluas keluar dari kawasan Timur Tengah. Namun, IRGC menekankan mereka belum dan tidak akan menargetkan fasilitas sipil—kecuali jika fasilitas serupa milik Iran kembali diserang.
IRGC menutup pernyataannya dengan pesan tegas: tindakan balasan terhadap infrastruktur AS dan mitranya berpotensi membuat kawasan kehilangan akses minyak dan gas selama bertahun-tahun.

