KITAINDONESIASATU.COM – Indonesia kembali memperluas pasar ekspor komoditas rempah.
Kali ini, sebanyak 10 ton cengkeh Indonesia berhasil mendapatkan kontrak pembelian dari Arab Saudi dengan nilai mencapai 78 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,3 miliar.
Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan Sales Purchase Agreement (SPA) antara PT Navva Nusantara Commodities dari Indonesia dan Al Nafea Foods Co.
dari Arab Saudi. Kontrak ini menjadi salah satu peluang bagi produk rempah Indonesia untuk semakin dikenal di pasar Timur Tengah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai kesepakatan tersebut menunjukkan kemampuan produk Indonesia memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Perdagangan Indonesia-Arab Saudi Terus Didorong
Kontrak ekspor cengkeh tersebut merupakan hasil fasilitasi business matching yang dilakukan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah pada Juni 2026. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli di Arab Saudi.
Kepala ITPC Jeddah Bagas Haryotejo menyebut tantangan perdagangan tetap ada, terutama akibat konflik regional yang berdampak terhadap biaya pengapalan menuju Arab Saudi. Biaya pengiriman bahkan mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat.
Meski menghadapi tantangan tersebut, ITPC Jeddah terus mendorong eksportir Indonesia, termasuk pelaku UMKM, untuk mengembangkan pasar di Arab Saudi.
Kualitas produk menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan importir dan membuka peluang transaksi berikutnya.





