Internasional

Harga Minyak Dunia Anjlok 16 Persen, Harapan Damai AS-Iran Belum Redakan Kekhawatiran Pasar

×

Harga Minyak Dunia Anjlok 16 Persen, Harapan Damai AS-Iran Belum Redakan Kekhawatiran Pasar

Sebarkan artikel ini
Cadangan Minyak Dunia Menyusut Drastis
Harga Minyak Dunia Kembali Naik (Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam sepanjang pekan pertama November 2026.

Harapan meredanya konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah hasil pemilihan paruh waktu di AS mendorong investor mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Mengutip laporan CNBC Indonesia, Sabtu (7/11/2026), minyak mentah Brent tercatat melemah 16,57 persen secara mingguan menjadi US$98,15 per barel.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 12,88 persen menjadi US$90,72 per barel berdasarkan data perdagangan Jumat.

Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak. Pelaku pasar mulai memperhitungkan peluang deeskalasi konflik setelah hasil pemilu paruh waktu AS mengubah ekspektasi politik di Washington.

Meski demikian, pasar belum sepenuhnya yakin konflik akan berakhir. Serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk dan Selat Hormuz masih menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak mentah.

Serangan Kapal Tanker Membayangi Harapan Perdamaian

Ketidakpastian geopolitik kembali meningkat setelah sebuah kapal tanker produk minyak mengalami ledakan di kawasan Teluk pada 5 November. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan seorang pelaut dan diduga berkaitan dengan serangan rudal.

Data badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), juga menunjukkan aktivitas serangan terhadap kapal masih berlangsung dengan frekuensi mendekati rekor tertinggi.

Situasi tersebut membuat investor tetap berhati-hati meskipun harga minyak mengalami koreksi besar.

Sebab, gangguan pelayaran di sekitar Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi energi dari kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *