KITAINDONESIASATU.COM – Kabar mengejutkan datang dari Jepang. Gempa besar bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah utara hingga timur laut Negeri Sakura pada Senin (20/4) sore waktu setempat, memicu peringatan tsunami yang membuat warga siaga penuh.
Di tengah kepanikan tersebut, Kementerian Luar Negeri RI bergerak cepat memastikan kondisi warga negara Indonesia. Hasilnya, hingga saat ini belum ada laporan WNI menjadi korban dalam bencana besar tersebut.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar RI di Tokyo langsung memantau situasi setelah peringatan tsunami dikeluarkan untuk Prefektur Aomori, Iwate, hingga sebagian Hokkaido.
“Kami terus berkoordinasi dengan jaringan diaspora Indonesia di wilayah terdampak. Hingga kini belum ada laporan WNI terdampak,” ujarnya.
Meski begitu, kewaspadaan tetap menjadi kunci. WNI yang berada di kawasan Aomori, Iwate, dan Hokkaido diminta untuk terus mengikuti perkembangan peringatan tsunami serta mematuhi instruksi evakuasi dari otoritas Jepang.
Kemlu juga membuka jalur darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan, dengan hotline KBRI Tokyo yang siap siaga 24 jam.
Sementara itu, gempa kuat ini tercatat terjadi pukul 14.52 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate, berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Pemerintah Jepang bahkan mencatat kekuatan gempa mencapai 7,5 magnitudo.
Dampaknya layanan kereta cepat sempat dihentikan, sementara peringatan tsunami diumumkan di sejumlah wilayah pesisir Pasifik seperti Aomori, Iwate, dan Hokkaido.
Di tengah kekhawatiran global, pemerintah Jepang memastikan tidak ada gangguan atau situasi abnormal pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak. (*)



