KITAINDONESIASATU.COM – Elon Musk kembali menarik perhatian publik setelah mengungkap klaim kontroversial mengenai Tesla Roadster generasi terbaru.
Mobil sport listrik yang diperkenalkan dengan teknologi pendorong roket itu disebut mampu menjalankan berbagai aksi secara mandiri karena memiliki kemampuan yang digambarkan Musk sebagai sentient atau memiliki kesadaran.
Tesla menampilkan kendaraan tersebut di Rocket Test and Development Center milik SpaceX di McGregor, Texas. Dalam video demonstrasi yang beredar, mobil terlihat melaju menuju tanjakan sebelum kembali mendarat menggunakan pendorong roket.
Penampilan tersebut memicu perdebatan di media sosial mengenai masa depan kendaraan listrik dan kemungkinan penerapan teknologi tersebut pada mobil produksi.
Tesla juga mengklaim Roadster terbaru mampu berakselerasi dari nol hingga 60 mil per jam dalam waktu sekitar 0,81 detik. Angka tersebut setara dengan sekitar 96 kilometer per jam, tetapi masih perlu dibuktikan melalui pengujian independen.
Klaim Elon Musk Kesadaran Buatan Picu Perdebatan
Pernyataan Musk mengenai kemampuan mobil menjalankan berbagai aksi secara otonom menambah kontroversi. Ia juga mengungkap rencana menghadirkan lintasan ekstrem menyerupai permainan Hot Wheels di kantor pusat Tesla di Texas.
Lintasan tersebut disebut akan memungkinkan pemilik Roadster menguji kemampuan kendaraannya.
Respons warganet terbelah. Sebagian menilai penggunaan pendorong roket dan lintasan khusus sebagai inovasi yang menarik, sedangkan lainnya meragukan kelayakan teknologi tersebut untuk diproduksi secara massal.
Klaim bahwa mobil akan memiliki kesadaran juga menjadi bahan kritik karena belum disertai penjelasan teknis yang membuktikan kemampuan tersebut.





