“Peristiwa di Hormuz memperjelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik. Selagi pembicaraan terus berkembang dengan upaya Pakistan, AS harus waspada agar tidak diseret kembali ke rawa (konflik) oleh oknum-oknum yang memiliki niat buruk. Begitu pula UEA,” tulis Araqchi.
Eskalasi Regional Meluas ke UEA
Selain insiden di laut, laporan dari beberapa media mengindikasikan bahwa eskalasi juga meluas ke daratan.
UEA mengonfirmasi telah menjadi sasaran rudal dan drone dari Iran. Kementerian Pertahanan UEA mengklaim berhasil mencegat 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 drone. Serangan ini mengakibatkan beberapa orang terluka dan memicu kebakaran di Kawasan Industri Fujairah.
Peristiwa ini menambah panjang daftar korban dan kerusakan sejak konflik dimulai, dengan UEA melaporkan telah mencegat total 549 rudal balistik, 29 rudal jelajah, dan 2.260 UAV sejak awal serangan Iran.
Ketegangan di Selat Hormuz ini menunjukkan bahwa perdamaian di kawasan Timur Tengah masih sangat rapuh dan satu kesalahan tembak dapat berakibat fatal, terutama bagi warga sipil yang tidak bersalah.***

