Sumber tersebut bahkan merinci bahwa serangan tersebut mengakibatkan lima penumpang sipil meninggal dunia. Iran menyebut tindakan AS sebagai “tindakan kriminal yang jelas” dan menuntut pertanggungjawaban atas kematian warga sipil dalam insiden ini.
Motif di Balik Klaim Berbeda
Sumber militer Iran juga memberikan analisis mengenai motif di balik klaim AS. Disebutkan bahwa “tindakan terburu-buru musuh ini disebabkan oleh ketakutan dan mimpi buruk militer Amerika dari operasi speedboat IRGC.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa di tengah ketegangan tinggi, kesalahan identifikasi atau bahkan kampanye disinformasi mungkin menjadi bagian dari strategi kedua belah pihak.
“Project Deadlock” vs “Project Freedom”
Insiden ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang rapuh. Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada 8 April lalu masih berlaku namun belum menghasilkan perdamaian permanen.
Menanggapi “Project Freedom” yang dicanangkan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dengan sinis menyebutnya sebagai “Project Deadlock” atau “Proyek Jalan Buntu”. Dalam cuitannya di X, Araqchi menegaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik ini.

