Di sisi lain, unit F-16 yang sebelumnya sempat kembali ke Jerman kini kembali diterjunkan ke kawasan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih memprioritaskan kesiapan militernya di Timur Tengah.
Pengamat menilai, peningkatan pengerahan aset tempur ini berpotensi memperbesar risiko konflik terbuka apabila jalur diplomasi tidak segera menghasilkan kesepakatan antara kedua negara.(*)





