KITAINDONESIASATU.COM- Ini pengakuan sopir truk yang diduga menjadi penyebab tabrakan beruntun di KM 92 arah Jakarta Tol Cipularang, Senin (11/11). Sopir bernama Rauf (43) asal Serang, Banten. Sopir tronton ini masih dirawat di RS Abdul Rojak, Purwakarta.
Menurut informasi, Rauf belum bisa ditanyai karena masih trauma. Namun melihat kondisinya Rauf tidak mengalami luka parah. Kepada seorang perawat yang menanganinya Rauf sempat berucap bahwa remnya blong. Sejak KM 91.800, dia sudah melihat adanya kemacetan di depannya. Dia pun mencoba menginjak rem namun tidak berfungsi. Dia sempat mencari jalur darurat tetapi tidak menemukan sehingga terjadi peristiwa itu. Rauf diketahui tidak membawa kernet.
Polisi sendiri belum bisa menanyai Rauf karena kelihatannya masih trauma berat. Menurut petugas, pihaknya kan mnendatangkan psikolog untuk menangani trauma sopir.
Sementara itu Kepala Korlantas Polri Irjen Aan Suhanan, mengatakan bahwa sopir yang menjadi penyebab kecelakaan diduga tidak menggunakan engine break. Ini terlihat dari sisi perseneling yang berada di posisi empat. Seharusnya, pada saat jalan menurun, sopir harus menggunakan engine break dengan menurunkan posisi tuas perseniling ke angka satu. Dengan demikian, saat posisi perneling di angka satu, secara otomatis kecepatan akan berkurang.
Menurut informasi di lapangan, petugas tidak menemukan jejak bekas rem. Sehigga dapat diduga bahwa rem blong atau sopir tidak melakukan pengereman.’

