KITAINDONESIASATU.COM-Beberapa waktu lalu, media sosial X dihebohkan dengan keresahan warganet yang mengeluh bertemu mobil dengan pelat RI 26 di antara kemacetan di Jakarta Selatan. Pasalnya, mobil tersebut mengotot untuk menerobos dan membuat kemacetan semakin runyam.
Memang penggunaan pelat nomor kendaraan khusus untuk pejabat Indonesia diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penerbitan Rekomendasi Surat Tanda Nomor Kendaraan.
Adanya peraturan tersebut, memungkinkan setiap kendaraan yang diperuntukkan bagi pejabat, memiliki kode pelat mobil tertentu.
Bukan hanya pejabat di pemerintahan pusat saja, akan tetapi pejabat pada tingkat daerah juga memiliki pelat nomor mobil khusus.
Perlu Anda ketahui, tidak semua pelat nomor RI digunakan oleh menteri. Namun, kode RI juga digunakan untuk mobil par apejabat Indonesia lainnya, seperti presiden, ketua MPR, dan pejabat lainnya.
Dalam kabinet Presiden Prabowo, beranggotakan sebanyak 109 orang, yang terdiri dari 7 menteri koordinator (menko), 41 menteri, dan 56 wakil menteri (wamen), dan 5 kepada badan/lembaga.
Jumlah anggota kabinet sebanyak 109 orang tersebut, merupakan jumlah terbanyak sejak Kabinet Dwikora III tahun 1966.
Daftar pelat nomor mobil menteri dan pejabat Indonesia:
- RI 1: Presiden RI
- RI 2: Wakil Presiden RI
- RI 3: Istri Presiden
- RI 4: Istri Wakil Presiden
- RI 5: Ketua MPR
- RI 6: Ketua DPR
- RI 7: Ketua DPD
- RI 8: Ketua MA
- RI 9: Ketua MK
- RI 10: Ketua BPK
- RI 11: Ketua KY
- RI 12: Gubernur BI
- RI 13: Otoritas Jasa Keuangan
- RI 14: Kementerian Sekretariat Negara
- RI 15: Menko Politik, Hukum, dan Keamanan
- RI 16: Menko Perekonomian
- RI 17: Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
- RI 18: Menko Kemaritiman
- RI 19: tadinya dipakai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
- RI 20: Kementerian Dalam Negeri
- RI 21: Kementerian Luar Negeri
- RI 22: Kementerian Pertahanan
- RI 23: Kementerian Agama
- RI 24: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
- RI 25: Kementerian Keuangan
- RI 26: Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah
- RI 27: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
- RI 28: Kementerian Kesehatan
- RI 29: Kementerian Sosial
- RI 30: Kementerian Ketenagakerjaan
- RI 31: Kementerian Perindustrian
- RI 32: Kementerian Perdagangan
- RI 33:Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
- RI 34: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
- RI 35: Kementerian Perhubungan
- RI 36: Kementerian Komunikasi dan Informatika
- RI 37: Kementerian Pertanian
- RI 38: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
- RI 39: Kementerian Kelautan dan Perikanan
- RI 40: Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal, dan Transmigrasi
- RI 41: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
- RI 42: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas)
- RI 43: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
- RI 44: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
- RI 45: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
- RI 46: Jaksa Agung.
- RI 47 sampai RI 48: Sekretariat Kabinet, Kepala Intelijen Negara.
- RI 49 dan RI 51: Wakil Ketua MPR.
- RI 52 sampai RI 54: Wakil Ketua DPR.
- RI 55 dan RI 56: Wakil Ketua DPD.
- RI 57 dan RI 58: Wakil Ketua Mahkamah Agung.
- RI 59: Wakil Ketua BPK.
- RI 60: Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi.
- RI 61: Ketua Komisi Yudisial.
- RI 62: Wakil Ketua Komisi Yudisial.
- RI 63: Gubernur Bank Indonesia.
- RI 64: Gubernur Lemhannas.
- RI 65: Ketua UKP4.
- RI 66 sampai RI 74: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
- RI 75: Kepala BNPB.
- RI 76: Wakil Ketua MPR.
- RI 77: Wakil Ketua DPR.
- RI 78: Utusan Khusus Presiden.
- RI 79: Ketua BKPM.
- RI 80 dan RI 81: Utusan Khusus Presiden.
- RI 84: Panglima TNI.
- RI 85: Kapolri.
- RI 90: Sekretaris Kementerian Setneg.
- RI 91: Sekretaris Militer Presiden.
- RI 92: Sekretaris Presiden.
- RI 93: Sekretaris Wakil Presiden.
- RI 94: Kepala Protokol Negara.
- RI 99: Utusan Khusus Presiden.
- RI 100: Wakil Menteri Kementerian Pertahanan.



