News

INABA Gelar Workshop Bursa Efek Bersama Komunitas Disabilitas BILIC Bandung

×

INABA Gelar Workshop Bursa Efek Bersama Komunitas Disabilitas BILIC Bandung

Sebarkan artikel ini
BILIC Bandung
INABA gelar workshop bursa efek bersama Komunitas Disabilitas BILIC Bandung.

KITAINDONESIASATU.COM – Universitas Indonesia Membangun (INABA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun literasi keuangan yang inklusif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk ‘Smart Investing, Inclusive Future: Mewujudkan Investor Tanpa Batas’.

Workshop pelatihan pasar modal tersebut menghadirkan peserta dari komunitas disabilitas BILIC Bandung bersama mahasiswa INABA dalam sebuah forum edukatif yang menekankan pentingnya akses investasi bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini turut dihadiri oleh seluruh pejabat struktural INABA, jajaran dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat.

Dari pihak INABA, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Mochammad Mukti Ali selaku Rektor INABA. Sementara dari BEI Jawa Barat hadir Adnan Bahalwan yang memberikan dukungan terhadap penguatan literasi investasi berbasis inklusivitas.

Workshop ini dipimpin oleh Diah Febriyanti selaku Kepala Pojok Bursa INABA sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan.

Di bawah koordinasinya, kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif dengan menghadirkan pendekatan pembelajaran investasi yang mudah dipahami oleh seluruh peserta, termasuk komunitas disabilitas.

Turut hadir pula Zulhamka Julianto Kadir selaku Direktur BILIC Bandung yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop inklusif tersebut.

komunitas BILIC Inaba

Menurutnya, kegiatan edukasi pasar modal bagi komunitas disabilitas merupakan langkah nyata dalam membuka peluang kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri penyandang disabilitas untuk aktif dalam perkembangan ekonomi digital.

Kegiatan workshop ini juga menjadi bagian dari kelanjutan program kerja sama yang telah dibangun antara INABA dan BILIC Bandung dalam pengembangan pendidikan inklusif, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas komunitas disabilitas melalui berbagai kegiatan edukatif dan penguatan kompetensi.

Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen kedua institusi dalam menciptakan ruang pembelajaran yang setara dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Mochammad Mukti Ali menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk membuka akses pendidikan dan literasi finansial kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas disabilitas.

Menurutnya, investasi dan pemahaman pasar modal merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi di era digital.

“Melalui kegiatan ini, INABA ingin menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan memberdayakan. Literasi investasi harus dapat diakses oleh siapa saja tanpa batas, sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam membangun masa depan finansial yang lebih baik,” ujarnya.

Workshop tersebut dirancang tidak hanya memperkenalkan teori pasar modal, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai investasi cerdas, pengelolaan risiko, strategi investasi jangka panjang, hingga edukasi tentang pentingnya menghindari praktik investasi ilegal.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar investasi saham, mekanisme perdagangan di pasar modal, serta perkembangan investasi digital di Indonesia.

Sementara itu, Adnan Bahalwan menekankan bahwa inklusivitas menjadi bagian penting dalam pengembangan investor pasar modal nasional.

Menurutnya, pertumbuhan investor Indonesia harus diiringi dengan pemerataan akses edukasi keuangan kepada seluruh kelompok masyarakat.

“Pasar modal Indonesia harus menjadi ruang yang terbuka dan inklusif. Komunitas disabilitas memiliki potensi besar untuk menjadi investor yang cerdas dan mandiri. Edukasi seperti ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi yang legal dan produktif,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Zulhamka Julianto Kadir menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi yang tinggi atas perhatian serta dukungan INABA kepada komunitas disabilitas melalui kegiatan edukasi investasi tersebut.

“Kami merasa sangat senang dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi ketika diundang untuk belajar tentang investasi bursa efek di Universitas INABA. Untuk teman-teman disabilitas, investasi sangat memudahkan sebagai salah satu peluang penghasilan tanpa harus banyak melakukan kegiatan mobile. Kami juga sangat senang diberikan arahan serta pelatihan menggunakan aplikasi untuk belajar berinvestasi. Pelatihan seperti ini mungkin pertama kali dirasakan oleh teman-teman disabilitas,” ujarnya.

Ia juga berharap kerja sama antara INABA dan BILIC dapat terus berlanjut melalui program-program pendampingan yang lebih aplikatif dan berkesinambungan.

“Harapannya ke depan semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan terus berkelanjutan. Kami berharap teman-teman disabilitas terus dibimbing, mulai dari simulasi hingga praktik investasi secara langsung, termasuk memahami investasi-investasi yang aman dan tidak merugikan. Semoga kegiatan ini dapat membuka wawasan teman-teman disabilitas lainnya untuk terjun ke dunia investasi karena sangat bermanfaat bagi masa depan,” tambahnya.

Antusiasme yang sama juga disampaikan oleh para peserta dari komunitas disabilitas BILIC Bandung. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru yang membuka perspektif mengenai pentingnya literasi finansial dan peluang investasi di era digital.

Bagi sebagian peserta, workshop tersebut menjadi pengalaman pertama mengenal dunia pasar modal secara langsung dengan pendekatan yang inklusif dan mudah dipahami.

Atmosfer workshop berlangsung interaktif dan penuh semangat. Peserta dari komunitas disabilitas tampak aktif berdiskusi mengenai peluang investasi, manajemen risiko, serta strategi membangun aset finansial secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *