Berita UtamaNews

Siaga Hadapi Virus Hanta, Ini Langkah Konkret Kemenkes dan RS Rujukan di Seluruh Indonesia

×

Siaga Hadapi Virus Hanta, Ini Langkah Konkret Kemenkes dan RS Rujukan di Seluruh Indonesia

Sebarkan artikel ini
penularan virus Hanta dari tikus
Kemenkes RI ungkap data kasus virus Hanta 2024–2026. (kemkes.go.id)

KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Kesehatan RI terus tingkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan temuan kasus virus Hanta di Indonesia dan laporan internasional terkait sindrom paru Hanta atau HPS di kapal pesiar MV Hondius. Pihak berwenang memastikan kondisi di dalam negeri aman namun tetap diawasi ketat.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan hingga kini belum ada satu pun kasus HPS yang ditemukan di Indonesia. Seluruh kasus yang terkonfirmasi masuk dalam kategori lain, yakni Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) akibat virus Seoul.

“Kasus yang terdeteksi adalah tipe HFRS dan terus kami pantau lewat sistem surveilans nasional. Belum ada kasus tipe HPS,” jelas dr. Andi dalam konferensi pers dikutip Kamis 14 Mei 2026.

Ada perbedaan HFRS dan HPS yang wajib dipahami masyarakat. Keduanya disebabkan virus keluarga sama, namun gejala, dampak, dan penyebarannya berbeda. Di Indonesia, varian yang beredar adalah tipe yang menyerang ginjal dan pembuluh darah, bukan paru-paru.

Data resmi Kemenkes periode 2024 hingga Mei 2026 mencatat 256 kasus suspek, dengan 23 di antaranya terkonfirmasi positif HFRS. Penyebaran terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga NTT.

Tren kasus menunjukkan kenaikan: 1 kasus (2024), 17 kasus (2025), dan 5 kasus hingga pertengahan Mei 2026. Menurut dr. Andi, kenaikan ini bukan tanda wabah, melainkan bukti sistem deteksi makin tajam dan luas jangkauannya.

“Peningkatan laporan menandakan kewaspadaan dan kemampuan periksa kami makin baik. Masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap waspada faktor risiko,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *