Prediksi musim kemarau 2026 yang lebih panjang akibat fenomena El NiƱo dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan produksi garam nasional.
Kondisi cuaca tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbesar hasil panen sehingga kebutuhan industri dapat lebih banyak dipenuhi dari dalam negeri.
Pemerintah juga diharapkan mempertimbangkan kondisi nilai tukar rupiah yang memengaruhi biaya impor. Pengendalian impor untuk komoditas yang masih dapat dipenuhi oleh produsen lokal dinilai penting dalam menjaga devisa negara sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi.
Dengan target swasembada garam pada 2027, berbagai pihak berharap kebijakan impor disusun secara lebih terukur melalui data yang transparan, pengaturan waktu impor yang tepat, serta kepastian penyerapan hasil produksi petambak.
Langkah tersebut dinilai penting agar industri garam nasional mampu meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, dan daya saing di masa mendatang.(*)






