Guna mendukung proses ini, akan didatangkan KRI Sika, kapal dengan kemampuan operasi survei dan pemetaan hidro-oseanografi dari PUSHIDROSAL.
Pengerahan Kekuatan Maksimal
Dalam hari kelima operasi SAR, sekitar 612 personel gabungan dikerahkan. Mereka didukung oleh alat utama (alut) SAR dari berbagai unsur—udara, laut, darat, hingga bawah permukaan. Wilayah penyisiran laut juga telah diperluas hingga 30 mil laut ke arah selatan.
KRI Marlin dari Koarmada II juga telah bergabung ke dalam operasi pencarian pada hari kelima ini, memperkuat kekuatan armada laut.
Namun, pencarian tak lepas dari tantangan. Data BMKG menunjukkan bahwa cuaca di perairan Selat Bali cukup ekstrem, dengan kondisi berawan hingga hujan ringan, angin 4–20 knot, gelombang laut setinggi 0,5–2 meter, jarak pandang terbatas antara 3–8 km, dan arus laut bergerak ke arah selatan dengan kecepatan 1,5–2 m/s.
Unsur SAR Terlibat
Operasi pencarian ini melibatkan banyak unsur dari berbagai instansi dan organisasi, termasuk:
BASARNAS Pusat, SAR Surabaya & Denpasar
Koarmada II, PUSHIDROSAL, KRI Tongkol 813
Wing Udara 2 PUSPENERBAL, KPLP, LANAL Banyuwangi & Gilimanuk


