KITAINDOENSIASATU.COM – Pergerakan harga minyak dunia kembali menjadi perhatian setelah pasar mulai kembali ke level sebelum konflik terjadi.
Meski harga sempat mengalami penurunan akibat keseimbangan pasokan dan permintaan, sejumlah analis menilai risiko kenaikan masih tetap terbuka dalam jangka pendek.
Strategi energi dari ING melihat pasar saat ini terlalu optimistis terhadap kecepatan pemulihan pasokan minyak.
Kondisi tersebut membuat arah harga minyak masih menghadapi ketidakpastian, terutama karena distribusi dan kebutuhan energi global belum sepenuhnya stabil.
Pasokan Harga Minyak Global Masih Menghadapi Tekanan
Penurunan harga minyak belakangan ini dipengaruhi oleh kondisi pasar yang belum seimbang.
Sebagian pembeli fisik masih menahan diri sambil menunggu harga yang lebih menarik, sementara beberapa negara terus menambah suplai melalui cadangan strategis.
Situasi tersebut dianggap hanya bersifat sementara karena kebutuhan untuk kembali mengisi cadangan energi dapat mendorong permintaan dalam beberapa waktu ke depan. Ketika pembeli mulai kembali aktif, tekanan terhadap harga minyak berpotensi meningkat.
Selain faktor pasokan, pasar juga masih mencermati dampak lanjutan terhadap inflasi global. Kenaikan harga energi dapat memengaruhi biaya produksi dan harga barang apabila berlangsung dalam periode panjang.
Pelaku pasar diperkirakan baru mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah minyak dunia menjelang akhir tahun. Saat itu, dampak inflasi serta kondisi permintaan global akan lebih terlihat.

