KITAINDONESIASATU.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta telah menyelenggarakan debat kedua Pemilahan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta dengan tema ‘Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial’.
Debat yang diselenggarakan di Ancol, Jakarta Utara beberapa waktu lalu itu pun diikuti langsung ketiga pasangan calon kontestasi politik. ketiganya terlihat antusias dan menggebu-gebu saat bertarung adu gagasan dan program apa yang akan dilakukan ketika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.
Pengamat Politik Fernando Emas menilai, ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta tidak berbobot. Sebab semua yang disampaikan tidak menjawab persoalan Jakarta.
“Gak ada yang berbobot, gak ada yang menjawab persoalan, mereka hanya menggali lawan dan membanggakan diri,” kata Fernando saat dibubungi redaksi kitaindonesiasatu.com, Kamis (31/10).
Fernando menuturkan, ketiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta hanya membandingkan kerja lawan debatnya saat menjabat kepala daerah sebelumnya.
“Jadi coba melihat kerja lawan dengan menggalinya dan membanggakan dirinya, tetapi membanggakan diri ketika dilakukan saat menajdi kepala daerah di daerah lain,” tutur Fernando.
Karena itu, Dosen Universitas 17 Agustus ini menyatakan debat kedua yang diikuti ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta beberapa waktu lalu tidak penting untuk didengar masyarakat.


