“Jadi mereka memperdebatkan sesuatu yang tidak penting untuk masyarakat dengar. Bagaimana mereka memperdengarkan masalalu mereka, mereka menyampaikan masalau mereka ketika menjadi gubernur di tempat lain,” pungkas Fernando.
“Dan ini sangat tidak menarik untuk didengar oleh masyarakat jakarta karena tentang hal tersebut masyarakat bisa membaca,” tutup Direktur Rumah Politik Indonesia itu.
Diketahui, debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Minggu, 27 November 2024 kemarin diikuti langsung oleh ketiga pasangan calon yang berlaga pada Pilkada Jakarta 2024.
Ketiga pasangan calon yakni, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) nomor 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) nomor urut 2 dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) nomor urut 3.
Untuk pasangan RIDO sendiri didukung 10 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Kemudian untuk pasangan Pram-Doel didukung hanya dengan satu partai politik yakni, PDIP. Sementara pasangan nomor urut 2, Dharma-Kun memantapkan diri maju dari jalur independen atau perseorangan alias tidK didukung partai politik. (Aldi)


