News

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana untuk Korban Bencana

×

HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana untuk Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
menag
Kemenag rayakan HAB ke-80 secara sederhana, dana dialihkan untuk bantu korban bencana. Solidaritas dan kemanusiaan jadi prioritas. (Dok. Kemenag)

Dana bantuan tersebut ditargetkan untuk pemulihan 1.137 masjid, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, serta bantuan bagi 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, dan 112.964 siswa madrasah.

Sejauh ini, sebanyak 935 masjid telah berhasil dipulihkan. Selain itu, 9.000 mushaf Al-Qur’an telah disalurkan, 435 madrasah kembali siap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, serta ribuan bantuan sarana pembelajaran, alat kebersihan, hingga peralatan darurat telah didistribusikan ke wilayah terdampak.

Tak hanya itu, Menag juga mengapresiasi peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag yang turut menggelar kegiatan donor darah dalam rangkaian HAB ke-80. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan hampir 300 kantong darah.

“Ini sangat membantu, mengingat stok darah di PMI dan rumah sakit sering menipis, terutama menjelang dan selama bulan suci Ramadan,” ujar Menag.

Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama kembali menegaskan komitmennya untuk menumbuhkan semangat kerja ikhlas dan beramal, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang damai dan maju.

Dalam arahannya, Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk mensyukuri perjalanan delapan dekade institusi tersebut. Menurutnya, usia 80 tahun adalah fase penuh pengalaman dan prestasi, namun juga menjadi pengingat agar tidak terbuai oleh kebanggaan semata.

“Capaian Kementerian Agama, termasuk indeks kerukunan umat beragama tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, patut kita syukuri. Namun, semua itu adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” pungkasnya.

Menag menekankan, tema HAB ke-80 bukan sekadar slogan. Kerukunan umat beragama harus menjadi fondasi kuat menuju Indonesia yang damai dan maju melalui sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, lembaga negara, hingga masyarakat dan dunia usaha.

Tasyakuran HAB ke-80 ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama periode 2019–2024 Zainut Tauhid Sa’adi, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, hingga tokoh lintas agama yang menambah kekhidmatan acara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *