“Dari situ kami bisa mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup signifikan. Semoga ke depan Kementerian Agama semakin cerah dan mampu terus mencerahkan kehidupan masyarakat bangsa,” kata Menag.
Bantuan kemanusiaan tersebut bersumber dari APBN Kementerian Agama serta sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Zakat (FOZ), Poroz, serta jaringan lembaga keagamaan di bawah koordinasi Kemenag, termasuk masjid-masjid dan Masjid Istiqlal.
Hingga saat ini, Kementerian Agama telah menyalurkan bantuan sekitar Rp66,470 miliar dari APBN. Jika digabungkan dengan bantuan Kemenag Peduli, donasi ASN, masyarakat, dan lembaga zakat, total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp155 miliar.
Menag menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Pasalnya, sejumlah wilayah masih tergenang air, kondisi tanah belum sepenuhnya pulih, dan infrastruktur sempat terputus akibat bencana.
“Alhamdulillah, sebagian besar jembatan kini sudah tersambung. Renovasi rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren pun bisa kembali dilanjutkan,” ungkapnya.


