KITAINDONESIASATU.COM – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik ekstrem. Pada Selasa (17/6), gunung berapi tersebut meletus hebat, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi lebih dari 11 kilometer ke langit, mendorong pemerintah untuk menetapkan status siaga tertinggi.
Letusan terjadi pada pukul 17.35 WITA, menurut laporan Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Erupsi ini menyebabkan terbentuknya awan tebal yang membumbung tinggi di atas kawasan Flores dan mengancam sejumlah wilayah pemukiman di sekitarnya.
Zona Bahaya Diperluas, Evakuasi Dilakukan
Sebagai respons terhadap erupsi ini, pemerintah menetapkan zona larangan aktivitas sejauh 7 kilometer dari kawah.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menegaskan bahwa masyarakat dilarang keras beraktivitas di radius tersebut karena masih terdeteksinya getaran vulkanik yang menandakan potensi letusan susulan.
Wafid juga mengingatkan risiko banjir lahar, yaitu aliran lumpur bercampur material vulkanik, terutama jika turun hujan deras di kawasan gunung.
“Warga sekitar kami imbau untuk mengenakan masker dan melindungi diri dari paparan abu vulkanik,” jelasnya.
Desa Terdampak dan Abu Meluas
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa satu desa telah dievakuasi, dan hujan abu telah mencapai beberapa desa lainnya. Meskipun belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar, situasi terus dipantau secara ketat.

