KITAINDONESIASATU.COM – Perang Sarung memang tradisi permainan yang cukup populer di kalangan anak muda, terutama di bulan Ramadan di berbagai daerah di Indonesia.
Permainan ini dilakukan dengan cara menggulung sarung hingga menyerupai senjata pemukul dan digunakan untuk bertarung antara dua kelompok atau individu.
Tradisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa, Sumatera hingga Sulawei, awalnya perang sarung lebih ke arah permainan anak-anak muda.
Layanan SIM Keliling Malang Kota Tanggal 5 – 21 Maret 2025, Cek Jadwal dan Lokasinya
Namun kini dalam beberapa kasus justru menjadi ajang adu kekuatan yang memicu konflik antar kelompok anak muda.
Itu sebabnya kini polisi melarang aktivitas perang sarung yang dilakukan anak-anak yang yang lebih banyak untuk memicu konflik.
Seperti yang dilakukan Polres Malang pada Sabtu, 15 Maret 2025 dini hari membubarkan aksi perang sarung di Dusun Randu 3, Desa Randuagung, Kecamatan Singasari, Kabupaten malang.
Setidaknya sebanyak 18 remaja terpaksa harus diamankan berikut 9 motor dan 8 ikat sarung serta 7 ponsel oleh aparat kepolisian Polres Malang yang melakukan aksi perang sarung itu.
Jadwal Acara RCTI Sabtu, 15 Maret 2025: Andalkan MasterChef Indonesia S12 dan Preman Pensiun S9
Peristiwa itu terjadi mulai pukul 00:30 WIB hingga 04:00 WIB polisi bergerak setelah mendapatkan laporan warga yang membuat resah terhadap aksi remaja itu.
Informasi yang disampaikan Kapolsek Singosari AKP Try Widyanto Fauzi polisi melangkah setelah merima laporan dari masyarakat yang resah aksi remaja itu.
Sehingga polisi langsung bergerak cepat menuju lokasi tarung para remaja itu kemudian membubarkan dan mengamankan mereka.
Dari penindakan polisi mengamankan 18 remaja berstatus pelajar SMP hingga SMA yang masih berusia belasan tahun.
Layanan Samsat Keliling Surabaya Sidoarjo Akhir Pekan Sabtu, 15 Maret 2025
Informasi dari Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar mengatakan bahwa perang sarung yang dilakukan para pelajar saat Ramadhan bukan tradisi positif.
Aksi para pelajar ini jika tidak segera dibubarkan bisa berkembang menjadi aksi tawuran massal, untuk itu polisi segera membubarkan mereka dan mengamankannya.
Saat ini lanjut Bambang Subinajar perang sarung para remaja ini bisa jadi awal dari tarwuran besar antar kelompok remaja.
Dalam kenyataannya sarung dari para peserta perang sarung kerap diisi benda keras yang bisa melukai lawan perang mereka, jadi bukan sekedar permainan.
Rem Blong Truk Tronton Seruduk Pengendara Motor dan Mobil Rush, Pemotor Apes Masuk Kolong Truk
Untuk itu Polres Malang menghimbau kepada para orangtua agar mengawasi anak-anaknya yang masih sekolah, jangan sampai tradisi sahur keling dijadikan kedok untuk melakukan kekerasan.
Dari hasi pengamanan para remaja ini, langkah polisi akan memanggil orangtua mereka dan pihak sekolah untuk diingatkan dan memberikan pembinaan kepada mereka.
Polisi juga meminta mereka membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatan mereka lagi, itu sebabnya diperlukan peran aktiif dari sekolah dan orangtua.
Polres Malang akan terus melakukan patroli khususnya di kawasan titik rawan selama bulan Ramadhan, untuk mencegah aksi kekerasan atau kejadian serupa.
Polisi memastikan wilayah Kabupaten Malang aman dan kondusif dan terus akan ditingkatkan dari kejadian serupa, oleh karena peran aktif masyarakat sangat diperlukan. **






