Di Tesla, ia pernah memaksa tim insinyur bekerja semalaman untuk mengatasi bottleneck produksi.
Di X (dulu Twitter), ia memecat ratusan karyawan hanya beberapa hari setelah mengambil alih.
Kini di xAI, formula serupa kembali diterapkan: merombak organisasi secara instan, mengubah proses, dan mengganti orang secepat merilis fitur baru.
Ke depan, Grok diarahkan menjadi chatbot yang mengubah “gudang data bising” menjadi pengetahuan selektif. Pakar industri menilai, dalam kondisi biaya data yang kian tinggi, model yang lebih selektif dan akurat bisa menjadi senjata kompetitif.
Namun, pemangkasan sepertiga tim data dalam semalam juga memicu dampak serius pada moral karyawan dan citra rekrutmen.
Para analis mengingatkan bahwa langkah ini bisa membuat Grok kurang fleksibel menghadapi situasi baru.
Meski begitu, Musk tetap berpegang pada filosofi berani mengambil risiko jangka pendek demi tujuan jangka panjang. Reuters menyebut keputusan ini mengejutkan tetapi menentukan, sementara Financial Express menyoroti gaya Musk yang khas.
Sekali lagi, Elon Musk berhasil menarik perhatian industri AI, dan waktu akan membuktikan apakah taruhannya pada Grok ini membuahkan hasil nyata.***


