News

Febrian Ruddyard: Kolaborasi Pembiayaan Jadi Kunci Pembangunan Nasional

×

Febrian Ruddyard: Kolaborasi Pembiayaan Jadi Kunci Pembangunan Nasional

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 27
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard. Foto: Antara)

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan bahwa pinjaman luar negeri akan dioptimalkan untuk mendukung pembangunan nasional.

Ia menyebutkan bahwa pentingnya kolaborasi lintas sumber pembiayaan, termasuk dari luar negeri, menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan dana dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Indonesia tengah berupaya meningkatkan partisipasi investasi swasta guna mendorong transformasi ekonomi, memperkuat konektivitas domestik dan antarwilayah, serta memperluas keterlibatan dalam rantai nilai global. Dalam konteks ini, pinjaman luar negeri menjadi salah satu alat pendukung pembangunan,” ujarnya dalam Workshop on World Bank Country Partnership Framework (CPF) Formulation, dikutip dari Antara pada Minggu, 23 Maret 2025.

Febrian menjelaskan, RPJMN 2025–2029 merupakan fase awal dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, yang juga menjadi panduan utama dalam membangun kerja sama dengan para mitra pembangunan, termasuk Bank Dunia.

Country Partnership Framework (CPF) disebut sebagai panduan strategis agar dukungan Bank Dunia tetap sejalan dengan arah pembangunan Indonesia.

Febrian menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Bank Dunia dan mitra pembangunan lainnya telah memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian target pembangunan nasional, tidak hanya melalui pendanaan.

Ia juga berharap agar kerja sama tersebut ke depannya dapat menjadi lebih adaptif dan solid, mengingat tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Ia menambahkan, agenda workshop ini penting untuk memastikan CPF sesuai dengan prioritas nasional dan arah dukungan dari Bank Dunia.

Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa para peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang dan keahlian. Ia meyakini bahwa CPF kali ini akan berlangsung secara lebih menyeluruh dan fleksibel. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Dunia dalam pembangunan Indonesia serta menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama tersebut akan terus diperkuat di masa mendatang.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *