Sedangkan FYT berperan sebagai “bankir” kriminal. Ia mengelola hasil kejahatan via dompet kripto, lalu mengonversinya ke rupiah melalui rekening pribadi.
Teknik penyamaran digital yang dipakai pelaku memang sangat canggih. Namun, FBI apresiasi Polri karena mampu menembus lapisan enkripsi dan jejak anonim tersebut.
“Ruang siber memang bisa jadi tempat bersembunyi, tapi tidak bagi penegak hukum yang berkolaborasi dengan benar,” tambah Robert soal phishing global Indonesia.
Pengungkapan jaringan phishing tools Kupang NTT 2026 ini diharapkan memutus mata rantai kejahatan siber internasional.
Edukasi keamanan digital juga jadi prioritas. Masyarakat diimbau waspada terhadap email mencurigakan, tautan tidak dikenal, atau permintaan data pribadi mendadak.
“Jangan pernah klik link dari pengirim tidak terpercaya. Itu pintu masuk utama phishing global Indonesia,” pesan pakar keamanan siber.
Bagi korban yang merasa dirugikan, mekanisme pelaporan tersedia melalui situs patrolisiber.id atau unit siber kepolisian terdekat.

