KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan rekor terburuk sepanjang masa pada perdagangan Kamis, 23 April 2026. Mata uang Garuda terpantau ambruk hingga menembus level psikologis baru di Rp17.305 per dolar AS pada pukul 09.32 WIB.
Pelemahan ini dipicu oleh lonjakan indeks dolar global dan kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali menyentuh angka US$100 per barel pasca ketegangan di Selat Hormuz.
Kondisi “mengamuknya” dolar AS ini langsung memberikan tekanan hebat pada pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka menguat tipis 0,30% ke level 7.564, mendadak berbalik arah dan anjlok lebih dari 1% ke level 7.458,64 menjelang siang hari. Tekanan jual masif melanda hampir seluruh sektor, terutama infrastruktur dan energi.
Merespons fluktuasi tajam ini, Bank Indonesia tetap mempertahankan BI Rate di level 4,75% sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar dari ketidakpastian global.
Para investor kini cenderung bersikap waspada dan memburu aset safe haven di tengah potensi keluarnya arus modal asing (outflow) dari pasar keuangan dalam negeri.(*)

