Prof. Emil Salim juga memberikan apresiasi khusus kepada Poppy Dharsono, desainer nasional sekaligus tokoh penggerak industri kreatif kulit Garut.
Ia menilai Poppy berhasil memadukan unsur seni, budaya lokal, dan kreativitas masyarakat menjadi karya yang memiliki identitas kuat.
“Hal seperti ini tidak muncul di daerah lain karena adanya sosok yang mampu menangkap potensi lokal dan mempertemukan kreativitas masyarakat, seperti yang dilakukan Poppy Dharsono,” ujarnya.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Poppy Dharsono yang juga menjabat Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia, Poppy Dharsono, mengungkapkan bahwa membangun pusat fesyen berbahan kulit bukanlah proses yang mudah.
Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara serius dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan pelaku UMKM yang produknya memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.
Menurut Poppy, pusat kulit Fiazza Firenze kerap mendapat apresiasi dari pengunjung, termasuk tamu-tamu penting, yang mengakui kualitas kulit asli Garut sebagai salah satu yang terbaik.


