KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap komitmen Presiden Prabowo untuk menjadikan APBN 2025 sebagai alat peningkatan kesejahteraan rakyat.
Namun, ia juga menegaskan pentingnya langkah untuk meminimalkan kebocoran anggaran.
Anis menyebut meskipun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit tahunan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), potensi kebocoran tetap ada.
Hal ini dapat terjadi baik di pos pendapatan negara, seperti pajak, maupun di pos belanja negara.
“Meski audit dilakukan setiap tahun oleh BPK, potensi kebocoran anggaran masih terjadi, baik di pendapatan negara, khususnya pajak, maupun belanja negara,” jelasnya, dikutip dari Parlementaria pada Rabu, 25 Desember 2024.
Politisi dari Fraksi PKS ini juga menyoroti tingginya nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang mencapai 6,5. Angka ini menunjukkan bahwa efisiensi investasi di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya yang memiliki ICOR antara 4,0 hingga 5,0.
Menurut Anis, hal ini membuat investasi di Indonesia menjadi kurang kompetitif.
Ia juga menambahkan bahwa penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menandakan masih adanya masalah dalam pengelolaan anggaran negara.
“Makin tingginya ICOR dan turunnya IPK mencerminkan tantangan besar dalam meningkatkan daya saing investasi serta memperbaiki tata kelola anggaran negara,” lanjutnya.
Kendati demikian, Anis memberikan apresiasi terhadap pos belanja dalam APBN 2025 yang mendukung program prioritas pemerintah.
Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program unggulan.
Salah satu program yang disorot adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang menyediakan makan siang untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik dari prasekolah hingga pendidikan menengah.
Selain itu, ia juga mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis yang ditujukan untuk 52,2 juta warga, meliputi pemeriksaan tensi, gula darah, hingga foto rontgen untuk deteksi penyakit katastropik.
Dalam bidang kesehatan, pemerintah juga menargetkan pembangunan rumah sakit berkualitas di daerah, termasuk meningkatkan RS tipe D menjadi tipe C serta memperbarui sarana dan prasarana kesehatan.
Di bidang pendidikan, Anis mengapresiasi Program Renovasi Sekolah yang mencakup perbaikan ruang kelas, mebel, serta fasilitas sanitasi di seluruh Indonesia.
Selain itu, ia mendukung rencana pembangunan sekolah unggulan terintegrasi di empat lokasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di daerah.
Program Lumbung Pangan Nasional juga menjadi perhatian Anis, yang meliputi intensifikasi 80.000 hektar area pertanian serta ekstensifikasi 150.000 hektar lahan sawah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara menyeluruh,” tutupnya.- ***


