News

Dua Nyawa Melayang di Bojonegoro dan Tuban, Pelajar dan Nelayan Tewas Akibat Jalan Rusak dan Tabrakan Adu Banteng

×

Dua Nyawa Melayang di Bojonegoro dan Tuban, Pelajar dan Nelayan Tewas Akibat Jalan Rusak dan Tabrakan Adu Banteng

Sebarkan artikel ini
kecelakaan Tuban Bojonegoro
Ilustrasi suasana di tempat kejadian perkara dua kecelakaan di Tuban dan Bojonegoro yang menewaskan dua orang pemotor. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Dua kecelakaan tragis terjadi di wilayah Kabupaten Tuban dan Bojonegoro menewaskan seorang pelajar dan seorang nelayan pada Kamis (24/4/2025) dan Jumat (25/4/2025).

Peristiwa mengenaskan yang terjadi pada Kamis (24/4/2025) sore dialami seorang pelajar Ikmal Fauzula (19) warga Desa Gunungsari Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Sementara kecelakaan kedua terjadi pada Jumat (25/4/2025) pagi menimpa Ngatmolan (47) warga Dusun Palang Selatan, Palang, Kabupaten Tuban.

Jadwal Live Sepakbola Minggu, 27 April 2025: dari Liga Champions Asia, Afrika, Liga Inggris hingga Liga 1 Indonesia

Dalam kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Ssraturejo-Baureno, Kabupaten Bojonegoro disebabkan karena korban menghindari jalan begelombang bekas tambalan.

Dari keterangan yang diperoleh menyebutkan saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda Supra S 6869 JBJ melaju dari arah barat ke timur atau dari arah Bojonegoro ke arah Babat.

Di tengah perjalanan sepeda motor korban oleng karena menghindari jalan bergelombang, namun yang didapat korban justru terjatuh.

Benturan keras terjadi saat korban terjatuh dengan posisi tengkurap membentur aspal jalan bersama sepeda motornya.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian kecelakaan, tidak lama kemudian jenazah korban dievakuasi ke RSU Karang Kembang Babat.

Seperti kita ketahui sepanjang jalan antara Bojonegoro arah Babat mulai wilayah Desa Pohwates hingga perbatasan Babat, Lamongan kondisinya rusak dan banyak yang berlobang dan begelombang, serta bekas tambalan yang tidak rata.

Kapolsek Baureno Iptu, M Sholeh meminta kepada para pengendara agar behati-hati saat melintas di jalanan yang rusak dan berlubang serta bergelombang.

Sementara kecelakaan kedua terjadi pada Jumat (25/4/2025) menyebabkan Ngatmolan tewas setelah betabrakan dengan pengendara lain di ruas Jalan Daendels Tuban-Gresik.

Kecelakaan terjadi melibatkan dua sepeda motor Honda Vario S 2770 IV dikendarai Ngatmolan (47) warga Palang Selatan, Palang, Kabupaten Tuban dengan Honda Scoopy S 3554 JBC yang dikendarai Nur Qur’ani Mulia (22) warga Sedayu Lawas, Brondong, Lamongan.

Informasi dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono menjelaskan kecelakaan berawal dari Honda Vario yang dikendarai Ngatmolan melaju dari arah barat ke timur.

Di tengah perjalanan kendaraan yang dikendarai hendak mendahului kendaraan lain di depannya, namun diduga saat menyalip kendaraan di depannya Ngatmolan kurang berhati-hati.

Ngatmolan yang mengendarai Honda Vario menyalip namun terlalu ke kanan hingga masuk ke lajur kanan, sementara dari arah berlawanan juga melaju sepeda motor Scoopy.

Sepeda motor Honda Scoopy yang dikemudikan Nur Qur’ani dengan kecepatan tinggi tak mampu menghindari kendaraan di depannya yang terlalu ke kanan hingga terjadi tabrakan.

Karena jarak terlalu dekan kedua kendaraan tak bisa menghindar hingga terjadi tabrakan adu banteng, hingga menyebabkan pengendara Ngatmolan meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Sementara pengendara Scoopy Nur Qur’ani mengalami luka-luka berat setelah terpental dan jatuh langsung dievakuasi ke RSUD dr Koesno Tuban.

Pasca kecelakaan di dua tempat itu petugas Satlantas Polres Bojonegoro dan Tuban langsung mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan dan melakukan olah tempat kejadian perkara hingga mengevakuasi para korban. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *