News

Dua Kepala Desa di Sumedang, Jawa Barat, Bersitegang pada Final Voli PHBN, Videonya Viral

×

Dua Kepala Desa di Sumedang, Jawa Barat, Bersitegang pada Final Voli PHBN, Videonya Viral

Sebarkan artikel ini
ricuh di final voli antar desa
Final Voli antar desa ricuh (tangkap layar video)

KITAINDONESIASATU.COM – Dua kepala desa di Sumedang, Jawa Barat, bersitegang dan nyaris terlibat perkelahian di lapang voli, pada Laga Final Voli Antar Desa di Jatinunggal dalam rangka Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN).

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, polisi mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan ke udara di tengah lapang.

Video kericuhan yang melibatkan kepala desa pada pertandingan voli tingkat Kecamatan Jatinunggal tersebut kini viral di media sosial dan jadi perbincangan masyarakat setempat.

Baca Juga: Energi Ramah Lingkungan PJU Tenaga Surya dari Kementerian ESDM untuk Garut

Keterangan diperoleh KitaIndonesiaSatu (KIS), kericuhan tersebut tersebut terjadi pada laga final antara tim voli Desa Pawenang dan Desa Cimanintin Kamis 8 Juni 2024 sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari video yang beredar sejak Jumat 9 Agustus 2024 pagi, kericuhan diketahui terjadi ketika seorang warga melakukan protes terhadap wasit yang memimpin pertandingan.

Setelah melakukan protes, warga itu diamankan oleh warga lainnya.

Baca Juga :Perkenalkan Kalimantan Selatan ke Panggung Global Lewat Kejuaraan Paralayang Internasional   

Namun entah mengapa, seorang pria yang mengamankan warga yang protes tersebut, melakukan sesuatu. Ia mendorong pria tersebut, sehingga memicu kericuhan.

Barangkali karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, seorang anggota kepolisian berbaju hitam mengeluarkan tembakan peringatan ke atas sebanyak 3 kali.

Menurut warga setempat, kericuhan bermula ketika seorang warga Pawenang masuk ke lapangan karena menganggap wasit berat sebelah.

Baca Juga : PAN Dukung Pasangan Dedie-Jenal di Pilkada Kota Bogor, Eddy Soeparno : Mereka Siap Berikan Perubahan

Warga tersebut, selanjutnya diamankan oleh Kepala Desa Pawenang sambil diperingati agar tidak mengganggu pertandingan.

“Nah ketika itu, tiba-tiba datang Kades Cimanintin yang merupakan ketua PHBN Kecamatan Jatinunggal, untuk berbicara kepada warga Pawenang,” kata warga.

Dari sanalah kericuhan terjadi.

Baca Juga : Prediksi Skor Persib vs PSBS Biak di BRI Liga 1 2024, Simak H2H dan Susunan Pemain dan Live Streaming

Warga menduga, Kades Cimanintin mengucapkan sesuatu yang membuat Kades Pawenang tersinggung.

“Kades Pawenang saat itu mendorong Kades Cimanintin hingga kericuhan dari warga dua desa di sekitar lapang,” kata Nanang, seorang warga.

Camat Jatinunggal Wawan Setiawan membenarkan soal kejadian tersebut.

Baca Juga :Dedie-Jenal ‘Pede’, Didukung Penuh Zulkifli Hasan dan Bima Arya, Siap Sapu Bersih Pilkada Bogor 2024

Wawan menyatakan bahwa insiden yang disebabkan oleh kesalahpahaman itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *