News

DPR Kawal Kasus Penembakan Oknum Polisi terhadap Pelajar di Semarang

×

DPR Kawal Kasus Penembakan Oknum Polisi terhadap Pelajar di Semarang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penembakan. (Ist)
Ilustrasi penembakan (Ist)

Penjelasan dari Kapolrestabes Semarang

Dalam RDP tersebut, Kapolrestabes Semarang, Irwan Anwar, menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan oleh bawahannya.

Irwan menjelaskan bahwa penembakan terjadi setelah Aipda RZ merasa terancam ketika kendaraan korban diduga memepetnya.

Namun, investigasi lanjutan oleh Polda Jateng menemukan kejanggalan dalam klaim awal yang menyebut insiden tersebut terkait tawuran. Rekaman CCTV dan keterangan saksi menunjukkan tidak ada indikasi tawuran, yang semakin memperkuat dugaan bahwa penembakan itu tidak sah.

Gamma Rizkynanta Oktafandy, yang dikenal sebagai siswa berprestasi dan aktif dalam kegiatan sekolah seperti paskibra, mendapatkan dukungan penuh dari teman-temannya.

“Kami tidak percaya Gamma terlibat tawuran atau gangster,” ungkap salah satu teman korban, menegaskan bahwa Gamma adalah pelajar yang baik.

Reformasi Prosedur Penggunaan Senjata Api

Habiburokhman juga menilai kasus ini sebagai momentum penting untuk mereformasi prosedur penggunaan senjata api oleh aparat kepolisian. “Prinsip penggunaan kekuatan harus ditegakkan dengan benar. Ini adalah tanggung jawab moral dari institusi kepolisian,” ujarnya. Ia meminta agar aparat lebih berhati-hati dalam menilai situasi agar insiden serupa tidak terulang.

Komisi III DPR RI berharap proses hukum terhadap Aipda RZ dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama bagi institusi kepolisian, untuk lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *