Jujun mengimbau agar setiap warga menjadikan sampah sebagai tanggung jawab pribadi. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan non-organik dipilah dan disalurkan ke TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di tingkat desa.
“Dengan cara ini, semua sampah akan terselesaikan di sumbernya, termasuk residu,” tambahnya.
Sementara itu, Yune Eribowo, CHIME Program Manager Nexus3 Foundation, menilai edukasi sejak dini penting agar anak-anak memahami peran mereka dalam menjaga lingkungan.
“Anak muda harus tahu bagaimana berperilaku terhadap lingkungan agar bisa menikmati hak atas hidup bersih dan sehat,” jelas Yune.
Salah satu peserta, Faiz Muhammad Syaiba Amin dari SMA Welas Asih, mengaku terinspirasi untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan.
“Permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah, warga, dan kaum muda,” ujarnya.


