KITAINDONESIASATU.COM – Diskaker Ponorogo saat ini sedang kebingungan mencari keluarga salah satu TKI Ponorogo yang meninggal di Malasyia.
Jika sosok TKI asal Ponorogo yang meninggal dunia di Malaysia tidak segera diketahui indentitas keluarganya untuk pemulangan, maka jenazah bisa dimakamkan di Johor.
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilaporkan meninggal di Malaysia, bernama Sareh Bin Joyo.
Namun sayang data diri Sareh bin Joyo ini tidak lengkap, sehingga jenazah belum bisa dipulangkan, kemana.
Sementara kondisi Jenazah Areh hingga saat ini masih berada di Malaysia karena tidak ada data yang melengkapi satu pun keluarganya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo, Suko Kartono mengungkapkan jika pihaknya mendapat kabar dari KJRI Johor Baru ada salah satu PMI meninggal di Malaysia.
KJRI memberikan informasi kematian WNI di Hospital Pontian, Johor dengan data nama Sareh bin Joyo, dengan nomor pasport A4841965.
Jenazah beridentitas pria ini hanya diketahui data minim dari rumah sakit, namun tertera nama dan tanggal lahir di Ponorogo pada 14 Juli 1955.
Berita lain Ponorogo: Potensi Batik Ciprat Warga Kampung Idiot Ponorogo
Saat ini Disnaker Ponorogo juga mencoba mencari alamat atau keluarga dari Sareh dan sudah dikoordinasikan dengan Dispendukcapil, namun hasilnya nihil.
“Juga meminta bantuan dari camat-camat se Ponorogo juga belum ada informasi. kami batasi sampai besuk, Senin11 November 2024,” kata Kepala Disnaker seperti dilansir tribunjatim.com, Minggu (10/11/2024).
Namun jika hingga Senin, 11 November 2024 tidak diketahui alamatnya makan yang bersangkutan, Sareh akan dimakamkan di Johor, malaysia.
Menurut informasi Sareh telah bekerja lebih dari 20 tahun di Malaysia, namun tidak ditemukan data alamat lengkap yang bersangkutan. **



Respon (1)