“Namun inflasi masih tetap dalam 2,5 plus minus 1%. Jadi pemerintah tidak khawatir karena yang naik juga terkait dengan penghasilan dari petani,” katanya.
Diskon Nataru Diharapkan Tekan Beban Masyarakat
Airlangga menyebut kenaikan harga sejumlah bahan pangan turut dipengaruhi komoditas makanan dan minuman, daging kambing, serta ikan segar.
Selain bahan pangan, tarif transportasi juga memberikan kontribusi terhadap tekanan inflasi. Salah satunya berasal dari kenaikan biaya angkutan udara.
Untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan program potongan harga menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
“Namun kita punya program untuk discount menjelang Nataru. Jadi kenaikan itu nanti kita akan kompensasi dengan discount,” ujar Airlangga.
Pemerintah berharap kombinasi bantuan sosial, bantuan pangan, dan diskon akhir tahun dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Berbagai stimulus tersebut juga diharapkan menjaga daya beli sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional selama periode libur akhir tahun.
Selain menjaga konsumsi dalam negeri, pemerintah menyatakan tetap mendorong kegiatan ekspor dan impor agar aktivitas perdagangan terus bergerak.***






