KITAINDONESIASATU.COM-Diduga stress akibat pekerjaan, puluhan karyawan pabrik sepatu PT Nikomas Gemilang, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, mengalami kesurupan massal pada Jumat (23/11/2024) sekira pukul 08.00.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa pegawai memegangi karyawan yang kesurupan. Ada karyawan yang tergeletak, sementara lainnya terduduk dan dipegangi oleh karyawan lain.
Ketua SPN PT Nikomas, Suprihat, mengatakan bahwa kejadian kesurupan massal itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya hanya satu karyawan yang kesurupan, namun lama-kelamaan kejadian tersebut menular ke karyawan lainnya.
“Awalnya yang kesurupan satu, kemudian menular ke yang lain. Total ada sekitar 40 orang yang kesurupan,” kata Suprihat saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat.
Suprihat mengaku ia tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi pemicu terjadinya kesurupan massal tersebut. Akan tetapi, ia menduga bahwa hal itu bisa disebabkan oleh stres akibat pekerjaan. “Kalau dari sisi medis, mungkin karena pekerjaan dan stres, bisa jadi. Tapi, kadang, dengan logika, juga enggak masuk akal,” ujanya
Suprihat menjelaskan bahwa peristiwa kejadian kesurupan massal tersebut sempat membuat karyawan lain kaget dan gempar. Upaya penyembuhan segera dilakukan dengan memanggil seorang ustaz, serta karyawan lain yang mengerti pengobatan tradisional.
“Penyembuhan itu selesai sekitar jam 11.00. Lalu mereka dipulangkan untuk beristirahat. Penyembuhan menggunakan doa doa dari ustaz, yang tahu cara medis dan juga secara tradisional,” ungkap Suprihat.
Ia mengaku bahwa kejadian serupa pernah terjadi beberapa kali, baik di PT Nikomas maupun di perusahaan lainnya. Pihaknya sering menerima laporan mengenai kejadian serupa, dan biasanya langsung menerjunkan tim untuk memberikan bantuan. “Memang sering terjadi, ada saja, kadang dari pabrik mana, pabrik mana, kesurupan secara massal,” tegasnya.
Sementar itu, menurut Teguh Eko Cahyono, Guru Spiritual sekaligus pemilik Channel Misteri Teguh Keramat, histeris masal biasanya berawal dari suasana psikis yang penuh ketegangan. Pekerjaan yang penuh dengan tekanan atau target dan didukung kondisi fisik yang lelah. Dan didominasi oleh pekerja wanita, mentalnya lebih rentan dan lemah dalam menghadapi situasi yang mencekam atu menakutkan
“Akibatnya di level tertentu mereka akan drop dan panik, diawali satu orang yang ambruk, maka karyawati yang frekuensinya sama seperti suasana batinnya. Juga akan terpengaruh di suasana tersebut,” kata Teguh.
Menurutnya, ekspresi yang muncul bisa bermacam-macam mulai dari panik, lemas, berdebar-debar, menangis, menjerit. Hingga berontak dengan mata melotot, bahkan ada yang menari hingga kehilangan kendali.
Ekspresi tersebut, lepas begitu saja dari seseorang tanpa bisa di tahan karena suasana semakin mencekam dan begitu seterusnya hingga menyebar tak terkendali. Seperti histeria (istilah psikologi) emosi ekstrem tak terkendali dan dukung lagi dengan adanya penanganan yang dilakukan kepada pasien, yang layaknya dilakukan terhadap orang kerasukan.
“Lengkap sudah kondisi saat itu, sehingga alam bawah sadar semua karyawati menangkap fenomena waktu itu sebagai kesurupan massal. Memang ada juga kondisi kesadaran yang terguncang dan memiliki riwayat berbakat kerasukan,” ujar Teguh.





