KITAINDONESIASATU.COM – Bupati Pati, Sudewo, kembali menjadi sorotan setelah desakan masyarakat agar dirinya lengser semakin kuat. Warga menuntut pencopotannya lantaran kebijakan kenaikan PBB-P2 yang dinilai memberatkan dan memicu kemarahan.
Namun, alih-alih menuruti tuntutan tersebut, Sudewo justru menolak mundur dari jabatannya.
Selain mendapat pengamanan dari aparat, ia juga disebut melakukan pengamanan spiritual di kawasan Kantor Bupati Pati.
Hal ini terungkap dari unggahan akun Twitter @awesomeposted pada 14 Agustus 2025.
Dalam unggahan tersebut, terlihat rekaman aksi demo besar-besaran pada 13 Agustus 2025. Di belakang pagar kantor bupati, seorang pria berbusana koko, sarung, dan kopiah—diduga seorang ustaz—terlihat menyiram aspal dekat pintu masuk dengan air.
“Selain pengamanan aparat, pengalaman spiritual pun dikerahkan Bupati agar tidak lengser,” tulis keterangan video itu.
Aksi tersebut menuai banyak komentar warganet.
“Bupati sudah melakukan syirik besar. Tidak pantas untuk memimpin rakyat,” tulis akun @eiw_dakwahsalaf.
“Berbagai cara dan upaya bertahan,” komentar akun @gendoet3g. Akun @phudin1 menyindir, “Sifat dasar orang Indonesia sangat mencintai jabatannya. Kalau di Jepang sudah bunuh diri pejabatnya.”
Sementara akun @atan19794360 mempertanyakan sumber dana, “Pakai duit siapa mengerahkan pengamanan? Biaya perlu banyak untuk menyewa orang, baik non spiritual maupun spiritual. Masih kah ada yang percaya seperti itu?”


