Rudy Susmanto juga menambahkan, pembangunan Masjid Raya ini hanyalah satu dari sekian banyak program percepatan infrastruktur yang tengah digarap Pemkab Bogor. Pihaknya saat ini juga fokus pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah barat, utara, selatan, hingga timur Kabupaten Bogor.
Ia bahkan menyebut, ada ruas jalan yang sejak masa Indonesia Merdeka belum pernah dicor, dan baru pertama kali akan dilakukan tahun ini. Salah satunya adalah ruas jalan di Malasari, Kecamatan Nanggung, yang rencananya akan menjadi lokasi Kejuaraan Nasional Sepeda pada Agustus 2025.
Terkait pendanaan, pembangunan Masjid Raya Kabupaten Bogor ini menelan biaya sebesar Rp100 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan pengelolaan anggaran ini dilakukan dengan pengawasan ketat agar sesuai regulasi dan akuntabel.
Untuk tahap lanjutan, termasuk pengembangan hotel syariah di dalam kompleks Masjid Raya, Pemkab Bogor berencana menggandeng pihak swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna meringankan beban keuangan daerah.
“Kami tidak sekadar membangun, tapi ingin membuat lompatan-lompatan. Kabupaten Bogor ke depan harus berubah secara nyata, bukan hanya lebih baik, tapi jauh lebih melompat,” kata Rudy.
Sebagai informasi tambahan, Masjid Raya Kabupaten Bogor ini juga akan dilengkapi menara setinggi 96 meter yang dirancang menjadi ikon baru Kabupaten Bogor, sekaligus memperkuat identitas religius dan arsitektural wilayah.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Bogor juga mulai merealisasikan program-program sosial sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat yang akan hadir di dua lokasi, yakni Jasinga dan Sukamakmur, sebagai wujud komitmen memperluas akses pendidikan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. (Nicko)


