KITAINDONESIASATU.COM – Dalam dua hari terakhir, dua orang meninggal dunia di Ponorogo akibat kecelakaan lalu lintas dan seorang warga meninggal karena tersengat listrik di sawahnya sendiri, di Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Selasa (7/1/2024).
Peristiwa yang terjadi pada Senin (6/1/2024) pukul 14:15 pensiunan ASN bernama Tulus Bakti (66) warga Lingkungan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Tulus Bakti mengalami kecelakaan setelah bertabrakan adu banteng dengan pengendara sepeda motor lainnya di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek tepatnya di dekat SDN Negeri 2 Pangkal, Sawoo Ponorogo.
Korban mengendarai sepeda motor Honda Supra AG 4938 OBL melaju dari arah Ponorogo ke arah Trenggalek, sementara Bagus Priyono (270 mengendarai Honda tanpa plat nomor.
Kedua pengendara yang melaju dari berlawanan arah itu tiba-tiba bertabrakan adu banteng hingga Bagus warga Sawoo, Ponorogo mengalami luka patah tangan.
Sementara Tulus yang meninggal dunia diperkirakan akan melakukan perjalanan pulang ke Blitar melalui jalur Ponorogo Trenggalek, Tulunagung dan Blitar.
Namun baru sampai di wilayah Kecamatan Sawoo korban bertabrakan dan meninggal dunia, keduanga langsung dilarikan ke RSUD dr Harjono Ponorogo.
Warga Ponorogo Meninggal Tertimpa Pohon, Bencana Terjadi di Magetan, Jember, Bondowos dan Banyuwangi
Kapolsek Sawoo AKP Joko Suseno S.Sos mengatakan petugas datang langsung melakukan olah TKP dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan sementara korban langsung di bawa ke rumah sakit Ponorogo.
Sementara kematian kedua di Ponorogo kembali terjadi pada Selasa (7/1/2024) terjadi di Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Korban diketahui bernama Katemo (50) ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya pada siang hari.
Diduga kuat Katemo meninggal setelah tersengat aliran listri dari pompa air yang digunakan untuk mengairi sawahnya.
Menurut informasi yang diperoleh korban pertama kali diketahui oleh Toha yang sedang mencari rumput di sekitar sawah korban melihat Katemo tergeletak.
Merasa curiga kemudian Katemo mengajak Dwi Siswanto dan Tukiran untuk mengecek kondisi korban.
Ternayata korban dalam posisi tergeletak tangan kanannya memegang kabel dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Kebel yang dipegang diketahui beraliran listrik yang terhubung dengan pompa air yang digunakan untuk irigasi sawahnya.
Dari hasil pemeriksaan korban mengalami luka bakar di jari manis sebelah kiri dan sela ibu jari dan jari telunjut serta lengan kiri di atas pergelangan tangan.
Korban dinyatakan karena tersengat listrik hingga korban meninggal dunia dan tegeletak di persawahan miliknya. **


