KITAINDONESIASATU.COM – Wilayah Kabupaten Ponorogo saat ini benar-benar dilanda kekeringan yang cukup luas hingga berdampak di 7 wilayah Kecamatan di Ponorogo.
Bahkan satu-satunya kekeringan juga melanda bendungan yang diresmikan Presiden Jokowi pada September 2021 silam.
Debit air yang ada di dalam waduk Bendo kondisinya sudah mengering, bagian dasar waduk terlihat retakan tanah yang keras.
Bahkan sisi waduk Bendo di kawasan Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko dan Desa Temon, Kecamatan Soowo juga menyusut menyisakan 20 persen kapasitas air.
Kekeringan yang terjadi menurut informasi terjadi sejak bulan Mei 2024 lalu dan terus menyusut dan hingga sekarang semakin parah.
Dampak menyusutnya debit air di Waduk Bendo, Desa Ngadirojo Sooko dan Temon Sawoo juga berimbas pada usaha persewaan perahu.
Usaha persewaan perahunya terhenti untuk sementara waktu, lantaran perahu tidak beroperasi karena di dalam waduk tidak ada air.
Beberapa bagian waduk, kondisinya kering sehingga seakan berubah menjadi daratan dengan tanah yang retak-retak.
Dilasir dari Radio Gemasurya Ponorogo Misenun, salah satu pemilik kapal, mengakui bahwa penyusutan air Waduk Bendo ini berdampak signifikan terhadap sektor wisata.
Sejumlah kapal sewaan mangkrak karena tidak bisa beroperasi akibat minimnya air.
“Ya bisanya hanya pasrah karena memang disebabkan oleh faktor alam,” kata Misenun kepada Radio GemaSuryaFC.
Sementara itu, Dona Sukirno, salah satu pemancing, mengatakan harus menempuh jarak lebih jauh, sekitar 1,5 kilometer, bila ingin mencari ikan.
Kondisi kekeringan tahun ini dinilainya paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Tidak hanya di hulu, di hilir juga mengalami penyusutan seperti di Desa Ngindeng, Sawoo volume air masih 50 persen.
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Peranian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan), Tri Budi mengungkapkan volume air tinggal 50 persen.
Volume air total 43.457.979,43 meter kubik, saat ini volume air ada 26.346.454,56 meter kubik, dari hitungan volume air diperkirakan tinggal 50 persen.
Meski terjadi penyusutan air di waduk Bendo dan sungai di hilir sejauh ini belum berdampak terhadap pertanian warga.
Sebab hingga saat ini volume air masih mencukupi untuk pengairan seluas 1.900 hingga 2.000 hektar tanah pengairan.
“Kalau pun menyusut aman sampai November. Kemudian, musim panen dan tanam perkiraan volume air sudah bertambah karena udah memasuki musim hujan,” ujar Tri.
Dikatakan saat ini waduk Bendo masih bisa mengairi sawah di enam kecamatan seperti Sawoo, Sambit, Jetis, Mlarak, SIman dan Ponorogo Kota, termasuk pertumbuhan jagung di 6 kecamatan juga aman. **




