Berdasarkan penelitian bersama mahasiswanya, Yaumud Raiyardhi, ditemukan sedikitnya 13 teritori burung wiwik kelabu di berbagai lokasi kampus, mulai dari Asrama Putri dan Gymnasium hingga Danau LSI dan tegakan karet di area Perumahan Dosen.
“Wiwik kelabu lebih menyukai tempat-tempat yang menyediakan sumber makanan bagi mereka, yaitu serangga. Oleh karena itu, keberadaannya sangat tergantung pada lingkungan yang memiliki banyak serangga, baik di pekarangan, tepi hutan, ataupun kebun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr Yeni menegaskan bahwa kampus IPB kini menjadi tempat perlindungan penting bagi burung-burung seperti wiwik kelabu, terutama di tengah maraknya alih fungsi lahan di luar kampus. Namun, upaya pelestarian ini masih menghadapi tantangan dari aktivitas manusia, seperti penangkapan burung.
“Agar keberadaan wiwik kelabu dan burung lainnya di Kampus IPB Dramaga tetap terjaga, perlu ada keterlibatan masyarakat sekitar kampus dalam upaya konservasi. Sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati, pelarangan penangkapan burung, dan pemeliharaan habitat alami harus dilakukan secara intensif oleh IPB University,” pungkasnya. (Nicko)

