KITAINDONESIASATU.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan tahunan yang menunjukkan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kejadian bencana alam tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Dari total 3.233 bencana yang melanda tanah air, peristiwa terkonsentrasi di wilayah ini sebanyak 442 kasus. Ini menegaskan statusnya sebagai daerah dengan risiko hidrometeorologi yang sangat tinggi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, bencana yang paling mendominasi adalah tanah longsor, diikuti oleh banjir bandang dan cuaca ekstrem.
Faktor topografi Jawa Barat yang terdiri dari pegunungan dan lereng curam, dipadukan dengan curah hujan di atas normal akibat fenomena iklim, menjadi pemicu utama.
Kabupaten Bogor, Bandung Barat, dan Cianjur tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi bencana paling sering, terutama pada periode puncak musim hujan di awal dan akhir tahun.
Abdul Mudari menambahkan, menyatakan bahwa selain faktor alam, alih fungsi lahan dan degradasi hutan di kawasan hulu menjadi faktor memperburuk keadaan.
Kerugian materiil akibat kerusakan infrastruktur dan permukiman di Jawa Barat pada 2025 ditaksir mencapai triliunan rupiah.
Menanggapi data ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat diimbau untuk memperkuat sistem peringatan dini dan memperketat izin tata ruang di zona merah guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.(*)


