“Bogor dan Cianjur merupakan wilayah yang hasil pertaniannya berkontribusi besar, bahkan di era Presiden Soeharto kita andil besar membantu negara Afrika yang sedang kelaparan dan mereka belajar bercocok tanam dari Indonesia. Dengan semangat Pemuda Tani, kedaulatan pangan Indonesia bisa terus kita wujudkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PTI Kota Bogor, Jieckry Da Friansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga aksi nyata untuk mendukung petani lokal.
“Hari ini kami memperingati HUT PTI ke-39, Hari Sumpah Pemuda ke-79, sekaligus syukuran satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Dalam kegiatan ini, kami juga membagikan bibit pohon aren, pala, vanili, serta pupuk kepada para KWT, KTD, dan komunitas tani yang hadir,” jelas Jieckry.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mencapai swasembada dan kedaulatan pangan.
“Kami ingin PTI Kota Bogor menjadi contoh nyata bahwa generasi muda bisa mengambil peran strategis di sektor pertanian. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan pemerintah, kami yakin ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat,” tukasnya.
Jieckry juga mengungkapkan kebanggaannya karena Kota Bogor menjadi tuan rumah kegiatan tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa pertanian modern tetap bisa tumbuh di wilayah perkotaan.
“Momentum pembagian pupuk dan bibit ini juga sebagai tanda syukur atas kebijakan Presiden Prabowo terkait penurunan harga pupuk sebesar 20 persen,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-39 Pemuda Tani Indonesia menjadi momentum penting untuk menegaskan peran generasi muda dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Semangat gotong royong, regenerasi petani, serta dukungan terhadap kebijakan pertanian pemerintah menjadi pondasi kuat menuju Indonesia yang berdaulat pangan. (Nicko)


