“Melalui kehidupan berasrama, siswa belajar mengatur waktu, menyelesaikan tugas secara mandiri, dan membangun rasa tanggung jawab,” ungkapnya.
Fasilitas yang lengkap seperti masjid, laboratorium, hingga area keterampilan semakin mendukung ekosistem belajar yang kondusif.
Meskipun berbeda dengan PKBM yang berfokus pada pendidikan nonformal, SRT 04 Sumedang sebagai lembaga formal berasrama memiliki misi mulia yang sama: memeratakan akses sekolah untuk anak kurang mampu dan meningkatkan kualitas SDM secara inklusif.
Berdasarkan data riset pendidikan dari SMERU pada tahun 2025, siswa yang menempuh pendidikan berasrama terintegrasi menunjukkan peningkatan resiliensi, kemandirian, dan prestasi akademik hingga 65% dibandingkan siswa reguler.
Capaian ini membuktikan bahwa model Sekolah Rakyat Terintegrasi yang diterapkan oleh SRT 04 Sumedang adalah formula paling tepat untuk mencetak generasi emas yang siap bersaing dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di masa depan.***

