SRU pertama melakukan pencarian di bawah permukaan air melalui penyelaman. SRU kedua menggunakan metode jangkar untuk membantu menyisir area yang dicurigai menjadi lokasi korban tenggelam.
Sementara itu, SRU ketiga melakukan penyisiran secara visual melalui jalur darat di sekitar danau.
Ketiga metode tersebut diterapkan untuk memperluas jangkauan pencarian, mengingat korban belum diketahui secara pasti berada di titik mana.
Air Keruh dan Dasar Berlumpur Jadi Kendala
Dalam pelaksanaannya, tim SAR menghadapi sejumlah hambatan yang cukup menyulitkan proses pencarian di Danau Cigamblok.
Kondisi air yang hitam pekat membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas, yakni hanya sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Selain itu, dasar danau yang berlumpur turut menghambat pergerakan personel saat melakukan penyelaman.
Kendala lainnya berasal dari banyaknya sampah, bambu, serta ranting pohon yang berada di dalam danau. Berbagai material tersebut berpotensi menghalangi proses penyisiran sekaligus meningkatkan risiko bagi penyelam.



