KITAINDONESIASATU.COM – Rencana revitalisasi Pasar Tanjung Jember dengan dukungan anggaran sekitar Rp250 miliar mulai memasuki perhatian serius.
Di tengah rencana pembenahan besar tersebut, pedagang meminta agar penataan tidak berujung pada penggusuran yang dapat mengganggu keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Bupati Jember Muhammad Fawait kembali mendatangi Pasar Tanjung pada 17 September 2026.
Kunjungan tersebut menjadi yang keempat dan dilakukan untuk menyerap langsung aspirasi pedagang mengenai kondisi pasar serta rencana pembenahan ke depan.
Revitalisasi Pasar Tanjung Dihadapkan pada Aspirasi Pedagang
Dalam pertemuan tersebut, pedagang menyatakan mendukung rencana pembangunan dan penataan Pasar Tanjung. Namun, mereka berharap proses revitalisasi tetap mempertahankan ruang usaha pedagang sehingga aktivitas ekonomi tidak terhenti.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah aktivitas pedagang di bagian bawah dan pedagang yang berada di dalam atau lantai atas pasar.
Pedagang meminta adanya pengaturan jam operasional agar aktivitas perdagangan tidak saling mengganggu dan pembeli dapat tersebar secara lebih merata.
Pemerintah Kabupaten Jember menyebut pendekatan yang disiapkan berupa penataan, termasuk pengaturan waktu aktivitas pedagang, bukan penggusuran.
Penataan tersebut diarahkan agar pedagang di bagian bawah maupun lantai atas tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi.






