Seluruh barang tersebut ditemukan pada jarak sekitar dua meter dari bibir sungai. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah jasad korban sama sekali tidak terlihat di sekitar lokasi.
Upaya Pencarian yang Melibatkan Berbagai Unsur
Mengetahui hal ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kuningan, TNI, Polri, UPT Damkar, Tagana, relawan, dan masyarakat setempat segera melakukan pencarian baik di darat maupun di air.
Namun, setiap harinya proses pencarian terpaksa dihentikan saat malam tiba karena faktor cuaca yang kurang mendukung serta keterbatasan jarak pandang di daerah sungai yang minim penerangan.
Kemungkinan Tenggelam Sangat Kecil
Yang membuat kasus ini semakin misterius adalah pernyataan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, yang akrab disapa Ibe. Berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan, ia menyebut bahwa kemungkinan Parmo tenggelam sangatlah kecil.
“Kalau melihat kondisi sungainya kecil, tidak terlalu dalam, dan arusnya juga tidak deras. Jadi kemungkinan besar korban tidak tenggelam. Hilang iya, tapi kemungkinan tidak tenggelam,” ujar Ibe saat dihubungi wartawan, Kamis 7 Mei 2026.


