“Karena bola voli adalah salah satu cabang yang sangat populer di masyarakat dan di situ ada kumpulan massa yang berpotensi adanya aktivitas ekonomi,” katanya.
Syakur turut mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tetap kreatif meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia meminta kegiatan tetap dijalankan secara sederhana tanpa harus mengedepankan seremonial berlebihan.
Baginya, yang terpenting adalah dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dari setiap kegiatan yang dilaksanakan.
“Tidak perlu terlalu banyak atribut, yang penting event berjalan dan memberikan dampak ekonomi,” ucapnya.
Di akhir arahannya, Syakur menegaskan bahwa mobilisasi masyarakat melalui kegiatan positif dapat menjadi salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan jumlah penduduk yang besar, aktivitas belanja rumah tangga dinilai tetap menjadi penopang utama pergerakan ekonomi di Kabupaten Garut.***
