“Kesehatan dan keselamatan harus menjadi perhatian utama agar seluruh rangkaian ibadah bisa dijalani dengan lancar,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Garut, lanjut Syakur, berkomitmen mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji melalui penyediaan fasilitas transportasi dan akomodasi selama proses keberangkatan.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar para jemaah dapat berangkat dengan nyaman, aman, dan tertib.
Sementara itu, Kepala Haji dan Umrah Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menjelaskan Kloter 22 KJT terdiri dari 169 jemaah dan lima petugas haji.
Ia mengungkapkan beberapa calon jemaah terpaksa mengalami penundaan keberangkatan karena alasan kesehatan dan masih menunggu rekomendasi medis lebih lanjut.
Indra juga menyampaikan profil usia jemaah tahun ini cukup beragam. Jemaah tertua tercatat berusia 93 tahun, sedangkan yang termuda berusia 17 tahun.
Untuk rute perjalanan, para jemaah diberangkatkan dari Pendopo Garut menuju Asrama Haji Embarkasi Indramayu sebelum melanjutkan penerbangan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

