KITAINDONESIASATU.COM – Antrean pasien di sejumlah rumah sakit Kabupaten Jember menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Jember memasukkan penguatan infrastruktur kesehatan sebagai salah satu perhatian dalam rencana APBD 2027.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan hampir seluruh rumah sakit saat ini menghadapi antrean pasien.
Menurutnya, peningkatan kapasitas layanan kesehatan perlu segera dilakukan karena rumah sakit rujukan di Jember tidak hanya melayani warga lokal, tetapi juga pasien dari sejumlah daerah di kawasan Tapal Kuda.
“Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar dari masyarakat,” kata Gus Fawait, Selasa, 29 September 2026.
Salah satu fasilitas kesehatan yang menjadi perhatian adalah RSD dr. Soebandi Jember.
Rumah sakit tersebut menjadi salah satu pusat rujukan bagi rumah sakit lain di Jember maupun wilayah sekitar.
RSD Soebandi dan RS Balung Jember Jadi Perhatian
Gus Fawait menegaskan persoalan kapasitas rumah sakit tidak dapat terus ditunda hingga beberapa tahun mendatang.
Pemerintah daerah mendorong percepatan penguatan fasilitas kesehatan agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani.
“Tidak bisa kita suruh nunggu 2028, 2029, 2030 dan seterusnya,” tegasnya.
Selain RSD dr. Soebandi, pembangunan dan peningkatan kapasitas Rumah Sakit Balung juga menjadi perhatian Pemkab Jember.
Dana talangan yang disiapkan pemerintah daerah disebut salah satunya akan diarahkan untuk mendukung penguatan fasilitas kesehatan tersebut.
Di tengah persoalan kapasitas rumah sakit, kasus gangguan saluran pernapasan juga sempat mengalami peningkatan.
Namun, Gus Fawait menyebut jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit pemerintah dan puskesmas mulai menurun dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat tetap diminta waspada, terutama ketika mengalami gejala flu.





